Geng Wahyudi Cerita Pengalaman “Nyantri” tentang Filosofi Segenggam Beras

Mantan politisi PDI Perjuangan Kabupaten Malang yang sekarang menjadi tim pemenangan pasangan calon (paslon) Cabup-Cawabub Rendra-Sanusi, HM Geng Wahyudi bercerita tentang pengalamannya menjadi santri ketika sedang diuji oleh sang ‘guru’.

“Saya dulu pernah berguru pada seorang kiai yang tidak bisa saya sebutkan namanya, ada sebuah aura positif dalam kehidupan saya, saya dan teman saya oleh Kiai di minta menyumbang beras dari Surabaya ke Malang, dengan perintah jangan sampai ada yang jatuh sebiji pun,” cerita Geng Wahyudi, Rabu (21/10/2015).

Sebagai seorang murid yang diuji tersebut, di laksanakan perintah tersebut. “Beras segenggam yang saya bawa tercecer, sedangkan rival saya ketika bawa beras tetap segenggam tidak tercecer,” imbuhnya.

Bahkan katanya, ibarat kata sang rival apabila membawa air pun tidak ada jatuh setetes pun. “Jangankan beras dan air bahkan gas saja tidak akan menguap kalau dipegangnya,” lanjutnya, nampak hadirin yang hadir penasaran dengan cerita Geng Wahyudi tersebut.

Lantas siapa yang menjadi pemenang? Ternyata yang menjadi pemenang kata sang Kiai adalah rivalnya, sang kiai pun berkata “Urusan dunia temanmu yang menang, kalau urusan lain kamu akan tahu jawabannya,” katanya.

Penasaran dengan hal itu, Geng Wahyudi bertanya kepada sang Kiai bahwa bukannya orang ketika membawa beras, berasnya tercecer itu termasuk dermawan karena membagikan apa yang dimilikinya untuk banyak orang di sekitar.

“Kalau dermawan beras mu kamu bagikan, urusan duniawi dan akhirat berbeda, yang menentukan yang masuk surga adalah Tuhan,” katanya penuh makna.

Dan ia meyakini bahwa orang yang dermawan adalah orang akan menjadi ahli surga. “Saya menceritakan ini memang benar, juga saya terapkan saat ini paling tidak saya ikhlas dan tulus menghadiri acara ini, tidak dibayar bahkan saya berusaha memberi bantuan kepada tempat mana pun yang saya kunjungi untuk menerapkan ilmu kedermawanan tersebut,” pungkasnya. (*)

Sumber: malangtimes.com