Moch. Geng Wahyudi: Ulah M. Nuh adalah Bentuk “Kebodohan Berpolitik”

Dewan Penasihat Partai Nasional Demokrat (NasDem) Jawa Timur, Moch. Geng Wahyudi, SH. M.Hum, menilai yang dilakukan oleh Ketua Dewan Pakar DPD Nasdem Kota Malang, M. Nuh yang mendukung Paslon Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang, Nomor Urut 3, Sutiaji – Sofyan Edi Jarwoko, adalah bentuk “kebodohan berpolitik”.

“Saya menilai apa yang dilakukan M. Nuh adalah sebuah bentuk kebodohan berpolitik. Karena sudah jelas sikap partai dalam Pilkada Malang mendukung Paslon Nanda – Wanedi tapi dia mendukung Paslon lain,” kata Geng Wahyudi.

Politisi senior itu menjelaskan, apa yang dilakukan M. Nuh adalah pelanggaran serius, karena sudah tidak taat pada keputusan dan sikap partai di Pilkada Malang.

“Saya sudah melakukan klarifikasi sekaligus menegur M. Nuh karena apa yang dilakukannya itu sudah tidak benar, karena jabatannya sebagai ketua dewan pakar partai itu melekat pada dirinya,” tukasnya.

Bahkan, pria yang akrab disapa Pak Geng itu sudah berkomunikasi dengan Ketua DPD NasDem Jawa Timur, Rendra Kresna, terkait dengan teguran dan sanksi kepada M. Nuh atas apa yang telah diperbuatnya.

“Saya sudah menyarankan agar M. Nuh segera diberi sanksi bahkan sampai pemecatan sebagai kader partai,” tegasnya.

Bukan itu saja, Pak Geng juga menilai apa yang dilakukan M. Nuh yang kini menjabat sebagai Direktur Usaha PD Jasa Yasa Kabupaten Malang, tidak etis dan berpotensi terdapat pelanggaran Pilkada Malang di dalamnya.

Pasalnya, di PKPU No 4 Tahun 2017 dan UU Pilkada disebutkan jika Pasangan Calon tidak boleh melibatkan direktur yang di BUMN ataupun BUMD dalam kampanye. Sedangkan, dukungan Ormas Sejati kepada Paslon SAE yang disampaikan langsung oleh M. Nuh bisa diduga merupakan bentuk kampanye dengan melibatkan pejabat di di BUMN/BUMD.

“Pasti partai tidak tinggal diam atas apa yang dilakukan oleh M. Nuh dan sudah saya usulkan ada sanksi,” tandasnya.

M. Nuh Sosok Tak Berpengaruh di Partai Nasdem Kota Malang

Dukungan Ketua Dewan Pakar DPD Partai NasDem Kota Malang, M. Nuh kepada Paslon Sutiaji – Sofyan Edi Jarwoko, menuai kontroversi di kalangan fungsionaris, kader dan simpatisan partai tersebut.

Menurut Moch. Geng Wahyudi, sosok M. Nuh selama ini tidak berpengaruh di partai dan bahkan perannya tidak ada sama sekali sebagai Ketua Dewan Pakar DPD Partai NasDem Kota Malang.

Ia menilai, selama ini M. Nuh hanyalah sebatas “pengikut” saja bukan sosok “pemimpin” yang bisa membawa partai kepada arah perubahan yang lebih baik. “Dia (Red: M. Nuh) adalah sosok follower saja bukan leader. Jadi dukungannya tidak akan mempengaruhi apapun dan tidak merubah sikap partai. Tapi memang secara etika dan moral itu tidak pantas,” ungkap Pak Geng.

Ditambahkan, jika selama ini Partai Nasdem mengusung Jargon “Politik Tanpa Mahar”. Artinya, bagi siapapun fungsionaris dan kader yang masih punya embel-embel partai dan tidak patuh terhadap keputusan partai maka hal itu tidak pantas dilakukan.

“Jika ada kader partai mau “menjual diri” silahkan hengkang dari Partai Nasdem. Kalau mau “jual diri” jangan bawa nama dan embel-embel Partai Nasdem, karena dipastikan akan ada sanksi tegas dari partai,” tegasnya.

Sumber: politikamalang.com